Tanihub, Menjembatani Petani Menjual Langsung Hasil Pertaniannya ke Masyarakat

Tanihub, Menjembatani Petani Menjual Langsung Hasil Pertaniannya ke Masyarakat

Menjadi seorang produsen merupakan hal yang membuat kita bangga dan senang. Pasalnya kita merasa berjasa karena telah menyediakan bahan atau sesuatu untuk orang lain. Maka jika Anda seorang produsen, Anda perlu bangga pada diri sendiri dan terus lakukan hal itu.

Tidak semua orang bisa memproduksi barang kebutuhan untuk dirinya atau orang lain secara rutin. Sifat manusia cenderung konsumtif dan ingin mengonsumsi secara langsung tanpa ribet membuat dulu. Padahal segala sesuatu perlu kita buat terlebih dahulu terutama kebutuhan pokok hidup kita.

Untuk memenuhi kebutuhan pokok tentu perlu ada seseorang yang memproduksi hasil pertanian. Sebab hasil dari pertanian tidak serta merta tumbuh begitu saja dan kita manfaatkan sepuasnya. Kita perlu melakukan produksi baik melalui menanam maupun membuat bahan tersebut.

Di lingkungan desa memang masih banyak orang yang melakukan produksi bahan makanan atau hasil tani. Sebaliknya jika kita lihat orang kota mereka cenderung malas produksi bahan pangan dan pertanian. Orang kota cenderung suka membelinya lewat jalan praktis seperti lewat aplikasi atau sejenisnya.

Jika kita lihat dan teliti tentu ada timbang tindih antara petani desa dan konsumen orang kota kita. Dimana orang kota membeli lewat aplikasi belanja yang notabenenya mayoritas berasal dari luar negeri. Sedangkan orang desa tetap menjual ke tengkulak secara tradisional ketika mereka panen hasil pertanian.

Tanihub Bantu Sejahterakan Petani Lokal

Sungguh miris jika tidak ada ketidakseimbangan antara produsen dan konsumen di negara kita. Para konsumen yang berasal dari orang kota sama saja membeli ke orang luar negeri karena mereka pemilik aplikasi belanja. Sedangkan petani menjual ke tengkulak dan tentunya tengkulak melemparnya ke luar negeri. Secara tidak langsung pihak luar negeri hanya sebagai distributor tapi sangat diuntungkan.

Agar tidak terjadi hal di atas memang perlu petani kita diberi wadah untuk menjual hasil pertanian mereka. Dimana perlu adanya aplikasi buatan Indonesia yang langsung menjembatani para petani ke orang kota. Sehingga tidak perlu petani menjual ke tengkulak dan orang kota membeli secara impor lagi.

Kalau cara di atas terjadi, petani Indonesia akan kaya dan konsumen tidak terlalu butuh biaya banyak untuk beli. Karena ongkos untuk distribusi ke luar negeri akan terpangkas dan petani akan menerima hasilnya langsung. Toh, permainan dagang oleh orang luar negeri tidak bisa lagi memeras uang para konsumen atau masyarakat.

Ada salah satu tempat atau wadah untuk menjual hasil pertanian para petani untuk masyarakat. Aplikasi Tanihub merupakan aplikasi yang menjembatani petani menjual hasil produksinya ke masyarakat. Tidak ada distributor yang merepotkan lagi jika petani menjual lewat aplikasi Tanihub ini. Toh, harga menjadi lebih terkontrol jika menjual dan melakukan pembelian lewat aplikasi Tanihub.

Memang hal ini masih jarang terjadi dan petani masih sangat awam terhadap aplikasi yang begitu bermanfaat. Kita perlu menyebarkan luaskan melakukan sosialisasi agar para petani kenal dekat dengan Tanihub. Jika para petani sudah kenal dan tahu aplikasi Tanihub maka mereka akan dipermudah.

Seperti apa yang sudah kita bahas, kemudahan tersebut berlaku untuk menjual hasil pertanian petani. Toh, masyarakat juga lebih mudah memantaunya karena bisa membeli langsung di produsennya. Tidak ada orang ketiga atau distributor menjadi keuntungan lebih bagi produsen dan konsumen.

Maka dari bagi para petani, gunakan Tanihub untuk menjual hasil pertanian yang kalian panen. Bagi para konsumen, belilah kebutuhan di Tanihub karena terpercaya dari produsennya langsung. Pada intinya Tanihub adalah aplikasi yang menjembatani petani dengan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

About the author

Pretium lorem primis senectus habitasse lectus donec ultricies tortor adipiscing fusce morbi volutpat pellentesque consectetur risus molestie curae malesuada. Dignissim lacus convallis massa mauris enim mattis magnis senectus montes mollis phasellus.