Di jaman -millineal- saat ini yang peradaban lebih condong dunia barat menjadikan pergeseran peradaban budaya. Budaya jawa di anggap kuno dan klenik. Anak-anak jaman now lebih kenal bintang film korea daripada sejarah kakek nenek moyangnya yang disangka dongeng belaka. Atribut jawa dianggap jadul dan memalukan.

Pencapaian masa depan kita berbanding lurus dengan seberapa jauh kita menarik busur ke sejarah masa silam. Apalagi di jaman yang di katakan sudah serba teknologi canggih atau jamam maju. Tapi di sisi lain hampir bisa di pastikan terjadi kemunduran nilai-nilai akhlaq dan kemrosotan martabat diri. Hilang mental ksatrian yang tersisa jiwa mental ringkih. Sedikit-dikit galau, stres dan gamon -Gagal move on-.

‎Ada baiknya kita merenung dan mundur selangkah demi pencapaian kedepan lebih baik. Diharapkan di era jaman now kita tidak hancur tergerus arus badai globalisasi yang lupa sejarah jaman old. Berikut 12 filosofi jawa dari leluhur kita yang syarat makna dan nilai-nilai spritual yang mendalam :

Urip iku Urup

Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik.”

Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, Kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, Serakah dan tamak.

Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti

Segala sifat keras hati, Picik, Angkara murka, Hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho

Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan, Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan, Kaya tanpa di dasari kebendaan.

Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman

Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut-kejut, Jangan mudah kolokan atau manja.

Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman

Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, Kebendaan dan kepuasan duniawi.

Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka

Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo

Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, Cantik, Indah. Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

Ojo Adigang, Adigung, Adiguno

Jangan sok kuasa, Sok besar, Sok sakti.

Alang Alang Dudu Aling Aling , Margining Kautaman.

Persoalan persoalan dlm kehidupan bukan penghambat, jalannya kesempurnaan.

Sopo Weruh Ing Panuju Sasat Sugih Pager Wesi.
Dalam kehidupan siapa yg punya Cita-cita luhur, jalannya seakan Tertuntun

Semoga ini bisa menjadi benih-benih kehidupan kidz jaman now dan berlanjut hingga generasi anak cucu kita

Filosofi Jawa Para Leluhur
WhatsApp 0852 9024 1688