Bagi sebuah perusahaan, performa dan kinerja perusahaan juga ditentukan dari jalannya proses komunikasi yang ada dalam perusahaan tersebut. Jika komunikasi berjalan dengan baik, maka perusahaan akan memiliki performa yang baik. Oleh karena itu, masing – masing perusahaan berusaha menciptakan suatu sistem yang memungkinkan komunikasi dan transfer data berjalan dengan baik. Salah satunya adalah menciptakan jaringan komputer yang efektif. Mengapa? Saat ini di dalam suatu perusahaan, banyak data yang tersimpan di komputer masing – masing perusahaan tersebut. Beberapa komputer tersebut harus terhubung dalam satu jaringan yang sama. Sehingga, ketika dibutuhkan, proses pengiriman dan penerimaan data juga akan berjalan dengan lebih baik.

Tukang Taman Jakarta Profesional dan Terpercaya

Tukang Taman Jakarta https://niscalagarden.web.id/ adalah jasa profesional Design dan Kontraktor Landscape yang mengerjakan berbagai macam type atau model taman mulai dari Taman Mediterania, Taman Minimalis, Taman Bali, Taman Jepang, Taman Klasik, Taman Vertikal, Taman Kering, dan juga mengerjakan taman untuk penghijauan perumahan, Pabrik, Kantor, Hotel, Universitas. dll

Kunjungi tukang taman jakarta apabila anda menginginkan taman anda rapi dan indah dipandang mata. Jangan sampai taman anda seperti tempat pembuangan sampah.

Salah satu alat yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer adalah network switch yang memiliki nama lain yaitu switching hub. Alat ini dijalankan berdasarkan OSI Model untuk mengirimkan dan menerima data dari layer 2. Oleh karena itu, keberadaan alat ini sangatlah penting untuk mendukung sebuah jaringan komputer. Switching hub yang digunakan memiliki beberapa jenis yang berbeda. Salah satu pembagian switching hub adalah berdasarkan konfigurasi yang digunakan untuk menginstal dan menjalankan switching hub. Tipe – tipe dari switching hub berdasarkan konfigurasinya adalah unmanaged switch, managed switch, smart switch, dan enterprise managed switch. Lantas, apa perbedaan yang ada dalam jenis switching hub tersebut?

Salah satu jenis network switch yang biasa digunakan adalah unmanaged switch. Secara umum, unmanaged switch dijalankan tanpa adanya konfigurasi yang rumit. Sehingga, tipe switching hub ini mudah untuk dioperasikan. Akan tetapi, unmanaged switch memiliki keterbatasan dalam hal fitur dan kapasitas jaringan. Oleh karena itu, unmanaged switch banyak digunakan di perusahaan berskala kecil. Keunggulannya adalah harganya yang relatif lebih mudah dibandingkan dengan jenis switching hub yang lain. Sementara itu, managed switch merupakan tipe switching hub yang harus dijalankan dengan menggunakan konfigurasi. Managed switch memiliki beberapa macam bagian seperti command – line interface (CLI) dan Simple Network Management Protocol (SNMP). Keunggulan dari managed switch adalah kapasitas jaringannya lebih besar, fitur yang lebih lengkap, serta sistem keamanan yang lebih baik.

Sementara itu, sub kategori dari network switch berdasarkan konfigurasinya adalah smart switch dan enterprise managed switch. Smart switch merupakan salah satu bagian dari managed switch tetapi memiliki beberapa batasan fitur. Switching hub ini memiliki beberapa konfigurasi dasar meskipun tidak memiliki akses CLI. Sehingga, kapasitasnya lebih besar daripada unmanaged switch tetapi di bawah managed switch. Harganya juga lebih murah dibandingkan managed switch. Sementara itu, enterprise managed switch merupakan inovasi dari managed switch yang memiliki fitur lebih lengkap dibandingkan managed switch pada umumnya. Enterprise managed switch memiliki akses pada web interface, SNMP, dan CLI. Umumnya, tipe ini digunakan pada sebuah perusahaan atau institusi yang memiliki kapasitas jaringan yang sangat besar membutuhkan suatu koneksi yang tepat.

Selain mengetahui tipe – tipe dari switching hub, para pengguna juga harus mengetahui apa saja pengaturan fitur yang ada pada alat tersebut. Salah satunya adalah port yang digunakan untuk menjalankan fungsi enable dan disable. Fitur lainnya adalah konfigurasi yang digunakan untuk menjalankan Spanning Tree Protocol (STP) dan Shortest Path Bridging (SPB). Pengguna juga harus mengetahui pengaturan tentang port mirroring dan Network Access Control agar bisa menjalankan switching hub dengan baik tanpa ada kendala.

By duniaku